Izinkan Aku Memilihmu (Part 1.5)

Juni 16th, 2011 by rxamri

Izinkan Aku Mengenalmu

Awalnya aku tak hendak menuliskan kelanjutan “Izinkan Aku Memilihmu (Part 1)”, tetapi entahlah, mood menulisku tiba-tiba muncul, ditemani 2 gelas cappuccino mocca vs vanilla aku mulai mengetuk keyboard untuk meluapkan rasa ini. Rasa ini tidak bisa dipendam lagi, campur aduknya semakin kompleks. Berbagai rasa melanda jiwa ini, mulai dari resah, gelisah, rihoen (rindu), panik, khawatir, cemburu, entah rasa apalagi yang akan menyusul. Hari-hariku kadang rimbun laksana berteduh dibawah pohon beringin, berayun dibawahnya. Dihari lain menjadi gerah seperti dehidrasi ditengah gurun dengan suhu diatas 50 derajat Fahrenheit.

Mempertahankan apa yang diraih lebih sulit ketimbang saat mendapatkannya. Begitu juga cinta, meraihnya begitu sulit, penuh perjuangan dan doa untuk mendapatkan kekasih idaman kita. Berpeluh keringat tak terasa saat hendak menjumpainya, dibakar ultraviolet tak ada artinya. Angin badai menusuk dada tak dihiraukan asalkan bisa bertemu muka tepat waktu dengannya. Lain waktu mengarungi hujan sejauh 47 km tanpa mantel hanya untuk melihat wajahnya. Pernah sekali waktu dimalam penuh debu aku menembus heningnya malam hanya untuk mengetahui keadaannya. Benar-benar perjuangan berat. Namun itu semua belum ada apa-apanya dibanding mempertahankan apa yang telah kita dapatkan, jauh lebih sulit menjaganya.

Aku hanya punya 2 rencana, plan A sebagai rencana prioritas serta plan B sebagai misi penyelamatan, tidak ada plan-plan lainnya. Setelah ia mau dipilih olehku, kami mulai saling ta’aruf (kenal-mengenal). Kalau pada masa pertemanan aku hanya tau sedikit tentang dia, kini aku harus mengenal juga sekelilingnya. Mengenal teman-temannya tidak begitu sulit, bagian tersulit adalah mengenal keluarganya. Mengenal keluarganya sangat perlu untuk melancarkan hubungan kami sampai ke jenjang pernikahan. Aku pernah mengiriminya pesan pendek, menanyakan apakah ia bersedia menikah denganku. Ia membalasnya “insya Allah”, tetapi kalau serius silahkan kerumah katanya, “ngomong langsung dengan ortu adk” pungkasnya. Sinyal positif yang harus ditindaklanjuti.

Sinyal positif ini adalah tantangan terberat bagiku, mengingat diriku tidak punya apa-apa, belum punya modal untuk menghadap keluarganya. Jangankan untuk mahar  yang puluhan gram itu, 1 mayampun sebagai tanda aku belum punya.  Aku tidak ingin hubungan kami menjadi pacaran bebas, aku ingin segalanya berjalan sesuai syariat. Dulu pernah menggombal tentang pernikahan dengan mantan pacar, tetapi yang terjadi anti klimaks, ketika dia sudah siap aku malah belum mulai melangkah. Resikonya ya diambil orang. Masalah jodoh menurutku bukan hanya masalah menunggu tetapi juga mencari dan membuka diri. Dikarenakan masalah modal yang masih hanya berupa dengkul ini aku belum berani menemui keluarganya. Aku telah mengenal beberapa anggota keluarganya baik secara langsung maupun pertelepon, respon mereka cukup baik. Yang paling kuingat adalah saat dulu kami makan siang, kami makan siang di ayam penyet waktu itu. Handphonenya berdering, dan ia menjawab salam dari seberang beberapa jurus kemudian handphonenya disodorkan padaku, “dari mamak, pengen ngomong sama abg” katanya. Sesaat kutempelkan perangkat komunikasi itu ditelingaku, kujawab salam dan kusebutkan namaku. “ijal ya? Dimana? Sama siapa aja? Tolong bilang sama si adk jam 4 sudah bisa pulang karena hujan!” iya, iya, dilhokseumawe, iya, insya Allah saya antar sampai ke angkot sebelum jam 4. Alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Deg-degan, barusan ngomong sama calon metua, batinku. Gugup, baru pertama kali.

Hari-hari dilalui dengan normal seperti biasa, tetapi semenjak pertemuan kami saat itu, ada yang istimewa disetiap hari-hariku. Setiap akan masuk waktu shalat wajib, ponselku selalu berdering tanda pesan masuk yang mengingatkan waktu shalat, masih ada sampai sekarang. Yang paling menggembirakan diwaktu shubuh aku bisa bangun tepat waktu dan tidak pernah lagi kesiangan, apalagi kalau bukan karena “alarm otomatis” yang tetap berbunyi meski aku lupa menyetelnya, ya, dia tidak pernah bosan mengirim pesan dan me-misscall sampai aku bangun. Pekerjaan yang berat dikantor, tetapi saat 5 waktu aku bisa selalu tersenyum saat membaca pesan pendeknya. Malam jum’at juga tidak seperti biasanya, aku jarang membaca Al-Quran sekarang, sibuk mengejar dunia yang tak pernah ada habisnya. Tetapi ba`da maghrib sebuah pesan mampir di peti masuk “bg, klu bisa baca yasin mlm ini, kan mlm jumat”. Hmm, termotivasi dengan sms itu segera aku buka Digital Quran dan kubaca yasin sampai tak terasa selesai kubaca. Kerongkongan menjadi kering, mungkin karena terlalu lama lidah ini tidak membaca Al-Huda. Biasanya baca yasin kalau ada orang meninggal. Kusadari kualitas tartilku semakin memburuk, dulunya tak bagus tetapi lumayan. Lama juga tidak memegang mushaf apalagi membacanya. Wanita ini mengingatkanku akan kewajiban serta amal ibadah yang harus selalu di perbaiki kualitas dan kuantitasnya. Beberapa minggu ini seorang teman mengingatkanku bahwa syakban dan ramadhan semakin dekat, hanya 2 bulan kurang (sekarang rajab). Pesan ini aku forward ke dia. Beberapa hari setelahnya saat aku menanyakan apakah sudah makan malam, ia menjawab “sdh bg, buka puasa td sama mamak”. Duuh, betapa malunya aku, malu sama janggutku yang ikut sunnah nabi, ngikut sunnah kok janggut saja tetapi shaum (puasa) senin kamisnya tidak. Pernah aku tanyakan kenapa ia tidak mengajak aku puasa, dia bilang aku sibuk jadi butuh energi. Malu aku, lupa pada tugasku sebagai hamba, padahal tahun kemaren puasaku tinggal 1 hari, tapi belum kuganti. Wanita yang menginspirasi.

Semakin hari hubungan kami semakin dekat, meski terpisah oleh jarak puluhan kilometer aku tetap berusaha menemuinya meski sebulan hanya 1 atau 2 kali. Bagaimanapun juga setiap pertemuan kami dihiasi diskusi yang sering kumenangkan, beda dengan diskusi via sms yang hampir tak pernah kumenangkan. Bertemu dalam bilangan jam cukup untuk menata kembali hati ini akan rasa rindu yang mendera. Pertemuan yang sering tidak direncanakan, terjadi tiba-tiba tetapi terasa indah. Bertemu dikeramaian sambil menikmati hidangan ayam penyet adalah menu favorit kami, sambil mencuri pandang sesekali menelusuri wajah manisnya, ia lebih sering menunduk, pemalu. Ia mampu mengontrol setiap pembicaraan yang kami lakukan, ia tak segan menyetop bila aku telah keluar jalur. Umurnya lebih muda 4 tahun dariku, tetapi ia lebih dewasa dalam memahami cinta dan jodoh. Ya, kedewasaan tidak dapat diukur dari umur tetapi dari ucapan dan tindakan.

Tepat dihari miladnya aku menghadiahkan sebuah buku bertema pernikahan, aku harap ia mengerti akan maksudku. Ia pintar, ia bisa memahami isi hatiku dengan mudah setelah membaca buku itu, karena aku menulis beberapa kalimat tepat di halaman yang menunjukkan tanggal lahirnya, tahun aku akan mengkhitbahnya, dan tahun aku akan menikahinya (insya Allah), menikahinya, menikahi jiwa dan raganya hingga menjadi kekasih halalku.

Hubungan kami juga tak selalu indah, sebagai kekasih yang belum halal, hubungan 2 hati ini tidak selalu berbumbu manis. Jarak dan komunikasi serta kesibukan masing-masing tidak jarang membuat hubungan kami naik-turun, rapat-renggang. Masalah komunikasi dan kesalahpahaman selalu selesai dengan baik, lucunya kadang kami berebut mengaku salah, padahal sudah jelas aku yang salah atau sebaliknya. Sifat egois dan cemburuan atau ingin diperhatikan pelan-pelan sudah bisa kukendalikan, ia begitu sabar. Pernah dalam sebuah perjalanan aku mengirimi pesan menanyakan kabarnya dan beberapa pertanyaan standar lainnya, ia hanya menjawab “baik..” hanya 4 huruf saja, aku protes, merasa tidak diperhatikan. Aku matikan ponselku kemudian. Aku geram dengan balasan yang lama dan terlalu singkat itu. Begitu paginya aku hidupkan ponsel langsung masuk pesan “bg, maafin adk kalau membalas pesan abg tll pendek, adk tw abg sdg bw kereta, klu adk bls panjang bs lama n ganggu konsentrasi abg nanti. Kdg sms adk pun gk smpt abg bls tp adk gk prnah protes krn adk tw abg sibuk, pdhl abg ckp bls 3 huruf saja ..iya.. atau ..tdk.. adk mlh lbhin 1 huruf ..baik.. adk mnt maaf klu buat abg tersinggung, maafin adk”. Kontan saja bulu kudukku berdiri dan mataku hampir sembab ketika membaca pesan kedua “semalam adk gk bisa tdr krn nunggu blsan sms abg, adk ngerasa bersalah, adk tkt apalg abg sdg bw kreta, maafin adk bg”. Langsung kupencet nomor telponnya sampai lupa menekan #1. Aku menyesali dan minta maaf tlh menyakiti hatinya. Aku tidak sadar dengan keegoisanku, aku hampir kehilangan wanita yang menjadi idaman para lelaki. Aku egois dan sombong akan diriku yang tidak seberapa, mampukah aku membalas kesetiaannya untuk tidak menduakannya, aku ingin berubah, menjadi lebih baik, supaya aku pantas untuknya. Wanita yang baik untuk lelaki yang baik, begitu juga sebaliknya. Aku harus menjadi lebih baik lagi jika ingin cintaku padanya diridhai Rabb. Menjauhkan potensi-potensi maksiat yang menjadi misi setan dalam diriku. Aku ingin mendoakannya setiap selesai shalat fardhuku, tetapi aku masih malu, malu pada Rabbku karena amalku yang tidak seberapa itu, aku baru berani mendoakannya disela-sela rukun 2 khutbah. “Ya Rabb, bila ia jodohku, maka mudahkanlah untuk kami berdua, bila ia bukan jodohku, berikanlah yang terbaik untuknya dan untukku, mudahkanlah segala urusannya. Amien ya rabbal alamien”.

Cinta, bila ia dekat kadang kita acuh, bila ia menjauh kita jadi kalang kabut dan rindu ½ mati dibuatnya. Kadang kita baru mengerti arti hadirnya saat kita kehilangannya. Semoga perjalanannya lancar dan tidak kurang suatu apapun. Pada hakikatnya, ia tidak pernah jauh, ia selalu dekat disini (sambil memegang bagian dadaku), dihati. Terimakasih gadis berkerudung merahku, dik! Baik-baik sayang. Semoga suatu saat dalam Part 2 tulisanku engkau telah menjadi kekasih halalku. Doaku untukmu sayang.  Malam ini, aku mulai mengenalmu!

You and I, will be together till the end of time

I promise, I will never let you go

Manajemen Lebay

Mei 21st, 2011 by rxamri

Awalnya saya kesulitan mencari judul untuk tulisan ini, dikarenakan tulisan ini tidak fokus dan concern akan satu bahasan ilmiah. Tulisan ini timbul begitu saja, ungkapan hati atau curahan hati. Terlintas dipikiran akan menjudulkannya “Manajemen Lebay”, tidak haramkan menamai tulisan ini lebay. Lebay atau tidak itu penilaian anda.

Bicara manajemen, bicara aturan, karena manajemen adalah seni mengatur supaya segala sesuatunya teratur. Manajemen dalam banyak literatur berbeda-beda penafsirannya, tetapi substansinya sama. Esensi dari manajemen adalah praktek, bukan teori belaka. Manajemen tanpa praktek yang benar adalah bagaikan sayur tanpa garam, sudah hambar cepat basi pula. Manajemen yang benar lahir dari manajer yang tepat. Tidak ada garansi seorang Magister Manajemen adalah manajer yang baik. Dunia telah menghasilkan jutaan manajer yang sukses bukan karena faktor pendidikan. Manajer adalah bakat, manajer itu alamiah, natural. Dilahirkan oleh alam dan dibesarkan oleh alam untuk mengatur dirinya sendiri dan orang lain. Jadi mustahil manajer yang gagal mengatur dirinya, kemudian mencoba-coba mengatur orang lain, hasilnya bisa ditebak. Miss.

Sedangkan Lebay sendiri adalah bahasa alay (anak-layangan;anak kampung) yang sering digunakan untuk mengidentifikasikan sebuah sikap hidup kampungan, kampung disini bisa diartikan orang pedalaman yang tidak berpendidikan. Lebay (berlebihan) digunakan sebagai ungkapan terhadap sikap yang berlebihan dan tidak pada waktu serta tempat yang tepat. Jadi, secara bahasa manajemen lebay dapat dikatakan manajemen kampung, dimana etika dan kode etik tidak menjadi suatu hal yang mengikat.

Umar ra. sendiri pernah mempekerjakan orang dan beliau memilih dari mereka orang-orang yang profesional dalam bidangnya. Bahkan Rasulullah saw mengingatkan: “Bila suatu pekerjaan tidak diserahkan kepada ahlinya, maka tunggulah kehancurannya.” (al-Hadits). Kalau orang barat mengatakan the right man on the right place. Tetapi bila sudah the right man on the wrong place maka kacaulah sebuah manajemen. Ketidakprofesionalan kita telah menzalimi orang lain tanpa kita sadari. The right man tidak selalu harus dikaitkan dengan latar belakang akademis, dimana seorang guru bisa saja menjadi seorang analis bisnis, karena bisa saja dengan latar belakang pengalaman ia memang seorang pebisnis. Sekali lagi karena ia mampu. Bila dalam sebuah kegiatan pelatihan, semua orang harus diberikan kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya, setelah itu baru ia dievaluasi dan dicarikan tempat yang cocok untuknya. Seorang trainer pernah berkelakar dengan saya, “jika ada anggotamu yang kerjanya hanya merusak, jangan buang dia, tapi kirimkanlah ia ketempat musuh, biar musuh ikut rusak olehnya”, kelakar yang filosofis.

Kelemahan kita adalah kita hanya melakukan Leadership Training, training yang dimaksudkan untuk menyiapkan kader pemimpin. Training ini digelar secara bergelombang, setiap peserta disadarkan akan potensi tersembunyi dalam dirinya, dimana ia dipaksa mengaku bahwa ia pun bisa menjadi pemimpin, minimal untuk dirinya sendiri. Hal ini tidak salah, cuma kurang berimbang. Bukankah selain menyiapkan pemimpin, kita juga harus menyiapkan orang yang siap dipimpin. Keberhasilan seorang pemimpin adalah mampu mempersiapkan pengganti yang lebih baik dari dirinya, bukan malah dengki terhadap kemampuan bawahannya. Ini pemimpin egois namanya, tidak legowo tetapi egosentris. Sekilas lalu ia nampak begitu berwibawa, tanpa cela. Tetapi ketika dia merasa dirinya istimewa dan tidak siap akan kritik maka saat itulah keistimewaannya berganti jumawa. Pemimpin yang baik memberi contoh, pemimpin yang buruk adalah selalu menilai salah pekerjaan bawahan. Sisi perfeksionis seorang pemimpin kadang menyamakan dirinya dengan bawahannya, seringkali ia memaksa bawahannya melakukan diluar kemampuannya. Target itu memang perlu tetapi membebani bawahan dengan masalah yang tidak sanggup ia hadapi telah menyebabkan pimpinan serasa Tuhan saja. Tuhan saja tidak mencoba ummatnya melebihi kemampuan si ummat. Kemampuan manusia kan tidak sama, untuk apa bila dibebani terlalu berat, pekerjaan tidak selesai malah menimbulkan masalah baru. Jadi, disiplinkan diri kita dulu baru bisa mendisiplinkan diri sendiri. Ketika melewati markas Denpom (PM) saya membaca 1 tulisan yang berbunyi “stop pelanggaran! Dan disiplin itu indah. Tidak ada orang yang berhasil bila tidak mendisilinkan dirinya sendiri”. Luar biasa, ini konsep islam yang digunakan POM yang terkenal sebagai satuan penegak disiplin di ketentaraan.

Seorang pemimpin tidak dituntut untuk menjadi sempurna, tetapi dituntut untuk memahami bahwa tidak ada bawahan yang sempurna dalam hal apapun. Kita tidak pernah mampu meraih target 100% penuh, yang dapat kita lakukan hanya berusaha yang terbaik dan hampir sempurna. Ironis bila ketidaksempurnaan menuntut kesempurnaan. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang merakyat, berasal dari rakyat dan hidup bersama rakyat, supaya dapat mendengarkan aspirasi rakyat. Pemimpin yang merasa dirinya elite seringkali membuat jurang pemisah berupa kasta. Ia hanya menegur sapa bawahan yang dirasa cocok baginya. Padahal kepempimpinan bukan masalah senang atau tidak secara pribadi tetapi professional secara lembaga. Posisi hanya masalah fungsi, tetapi fungsi saling melengkapi. 1 fungsi saja yang miss makan akan muncul miss-miss yang lain. Lebih banyak mendengar dan memahami, bijak menyikapi, komprehensif dalam solusi dan tidak emosi. Inilah kenapa berat menjadi imam, karena syaratnya berat. Yang penting tidak anti kritik dan ABS (asal bapak senang). Dengarkan dengan hati.

Manajemen lebay sendiri adalah kombinasi antara ketidaktepatan antara manajemen dan manajer. Manajemen lebay terlalu berlebihan dalam mengatasi 1 masalah yang kurang penting tetapi abai terhadap masalah yang urgen. Manajemen lebay tidak menjalankan apa yang tertulis dalam aturan kerja, tetapi malah menulis apa yang tidak dikerjakan demi bapak senang. Api dalam sekam, ya, lambat laun masalah ini akan terus menggelinding bagai bola salju dan semakin lama semakin membesar, dan ketika bola salju ini telah sempurna besarnya ia akan menghantam apapun yang ada dihadapan. Tidak menganggap remeh apapun. Api dalam sekam juga setali tiga uang dengan puncak gunung es, Nampak kecil diatas, tetapi mengakar kebawah. Sekam akan terbakar menjadi abu dan gunung es akan semakin sulit dicairkan karena semakin kebawah semakin membesar. Kita jangan menunggu masalah untuk diselesaikan tetapi harus berinisiatif untuk mencegah masalah. Bagaiamana? Dengan sistem dan manajemen yang rapi semua bisa diatasi, masalah akan selalu ada seperti halnya solusi juga selalu hadir. Masalah dengan manajemen bisa dideteksi sedini munkin dan bisa di resolusi. Mencegah lebih baik daripada mengobati.

Manajemen harus tegas dengan aturan yang dibuat, tegas tidak selalu berarti keras. Tegas adalah kemampuan bersikap dan komitmen akan sikap, tidak goyah. Bijak itu perlu, tetapi bijak juga dalam koridor tegas. Bila manajemen tidak lebay maka manajer juga tidak alay. Terakhir kita selalu berhak memilih dan dipilih. Memilihlah dengan hati. Hati yang jujur akan mengantarkan kita kepada keselamatan. Bila kita sudah seperti famili, ada rasa saling memiliki, semuanya menjadi mudah. Inipun butuh proses, tidak bisa instan. Tetapi apakah kita mau sadar diri, sadar peran dan sadar resiko. Bila kita sedikit saja mau berbagi isi hati, heart to heart, sedikit saja mau memahami akan kelemahan saudara kita. Kelemahan yang harusnya kita tutupi, bukan untuk dibongkar ke publik. Andai saja kita mau saling melengkapi, mau sampai kapan dendam ini kita jadikan prasasti dihati. Kita makhluk sosial tidak akan lepas dari interaksi dengan makhluk lain, kebutuhan yang mungkin dimilki oleh saudara kita. Kenapa hanya kekuarangannya saja yang nampak, sedang kelebihannya tak dapat kita akui. Rasa iri, dengki, hanya membuat rasa benci, emosi. Mari bersikap normal, tidak lebay. Sehingga dengan sikap normal dan jujur makan akan lahir management by objective. Bukan untuk orang lain, tetapi untuk kita. Batu saja bisa bolong bila ditetesi air terus menerus, apalagi hati manusia. Kapan? Ya sekarang, sebelum semua terlambat. Bukan menggurui tetapi menasehati. Karena sesame manusia wajib saling menasehati, bukan karena kita sudah lebih baik. Tetapi bersama kita menjadi lebih baik. Besok? Besok kita mulai.

Izinkan Aku Memilihmu

Mei 11th, 2011 by rxamri

Hari itu, 3 tahun yang lalu kita bertemu. Disebuah lintasan ruangan tatapan mataku tepat mengarah padamu, kau menatap sehingga pandangan kita pun bertemu. Peristiwa itu hanya terjadi puluhan detik sampai aku menyadari bahwa dikau adalah bidadari dalam kumpulan peri di siang hari itu. Setelah pandangan pertama itu aku merasa ada yang tidak beres dengan hatiku, kontan saja aku mencoba melintas sekali lagi, mencoba memastikan bahwa bidadari yang kutatap tadi bukan hantu. Mata ini ternyata tak salah, hati langsung berdebar, sepertinya aku telah jatuh cinta at first sight. Begitu penasarannya aku sehingga kucoba tanyakan namamu pada seorang temanku, namamu disebut secara sederhana tetapi ditelingaku terdengar membahana. Azamku dalam hati, Tuhan! Pertemukan daku sekali lagi dengannya.

Dalam selang waktu beberapa minggu kemudian, seorang teman yang juga temannya temanmu mengajakku kesebuah acara di sebuah tempat di bilangan lhokseumawe. Aku dimintakan tolong untuk menjadi fotografer acaranya temanmu yang juga adalah temanku. Sekali lagi Tuhan sepertinya mendengar doaku, aku dipertemukan denganmu melalui sebuah proses yang dramatis. Momen yang kumanfaatkan betul, sebuah gulungan wayer menjadi alasanku. Saat wayer datang bersama dengan senyum manismu, aku berharap itu sebuah isyarat bahwa hatimu ingin “kuketuk”. Dalam kepolosan aku mencoba bertahan untuk tidak mengartikannya sebagai sebuah balasan sapa indah saat kutanyakan siapa namamu. Berdasarkan buku yang kubaca, aku mencoba mengabaikan jawaban dari suara lembutmu dengan sebuah candaan. Saat hari H aku bahkan sempat memintamu menjadi model foto yang kualasankan sebagai dokumentasi. Hehe, aku dapatkan fotonya.

3 bulan lamanya kita tidak bertemu, hanya sesekali selisih jalan. Pertemuan selanjutnya harus kumanfaatkan, tekadku dalam hati. Tetapi bagaimana bisa mengenalmu lebih jauh? Nomor handphone tentunya. Dasar rejeki ternyata dikau punya bisnis isi ulang pulsa. Saat akan mengisi pulsa aku mencoba meminta nomor handphonemu sambil bercanda bahwa besok-besok bisa isi pulsa lagi. Dan lagi-lagi rejeki aku dapat nomor handphonemu, gadis manis yang telah memikatku tidak hanya dari rupa, tetapi juga dari suara dan tata krama.

3 bulan lamanya aku tidak berani memulai untuk mengirimu bahkan sebuah sms, sifat jaimku masih berlaku saat itu, lebih tepatnya aku mencoba realistis “sadar diri”. Segala kekurangan yang kumiliki membuat aku pesimis termasuk dalam hal cinta, rasanya saat itu aku menggunakan analisis SWOT terhadap peluang. Aku tak berani memulai.

Selepas maghrib beberapa hari kemudian, sebuah tanda panggilan masuk muncul di layar monochrome handphoneku, namamu tertulis dengan diiringi nada panggil standar. Saat hendak kuangkat, aku mencoba berpura-pura untuk tidak kenal. Setelah kau perkenalkan aku merasa senang bukan kepalang, hehe. Katamu laptopmu sedang bervirus dan ingin diperbaiki, karena menurutmu engkau tidak tahu menahu tentang laptop maka kau minta aku untuk membantu memperbaiki laptopmu yang bervirus itu. Setelah menentukan waktu kitapun bertemu disebuah café masih dibilangan lhokseumawe. Grogi juga aku saat itu, keringat peluh bercucuran bagai rintik hujan, sehingga masalah laptop yang tadinya hanya antivirus out of date malah benar-benar bervirus setelah USB flashdisk itu kucolok ke laptopmu. Dengan segala ilmu manipulasi/kamuflase disertai kemampuan olah tingkat tinggi aku berhasil meyakinkan bahwa laptopmu bervirus dan harus diperbaiki dan butuh waktu sehari, jadi harus nginap si laptop. Setelah deal kitapun berpisah setelah menyantap hidangan malu-malu sebuah café yang cukup popular dikalangan remaja waktu itu, peristiwa lucu karena sktr 6 bulan yang lalu cintaku putus di café tetangga yang hanya berjarak hitungan meter. Hehe, disambung didaerah putus, batinku.

Esok harinya laptopmu telah siap, bahkan requestmu akan foto yang dulu pernah kujepret saat pertemuan kedua kita telah kumasukkan kedalam harddiskmu. Kuakui, penyakit teknisiku kambuh, jiwa pembajak tetap akan ada, meskipun teknisi juga memiliki kode etik. Beberapa fotomu kuambil setelah secara bercanda aku meminta padamu, hmm.. diluar prediksi dikau membolehkannya dengan beberapa syarat yang mudah saja kupenuhi. Laptop kuserahkan, didampingi seorang sahabatmu disebuah warung bakso, masih dibilangan lhokseumawe. Perpisahan hari itu diakhiri dengan ucapan terimakasihmu seolah memberikan harapan bagiku. Hari berganti hari kita semakin dekat, meski jarang bertemu, tetapi pesanmu kerap mampir diinboxku. Berbagai topik kita bahas tetapi aku masih belum berani mengungkapkan rasa dihatiku, “nembak” takut ditolak. Krisis percaya diriku masih berlanjut sampai beberapa bulan lamanya, entah kenapa setelah kita bertemu yang terakhir kemudian aku menjadi percaya diri. Coklat itu kuserahkan disiang hari dan malamnya aku coba utara baratkan isi hati. Sebuah jawaban bijak masuk bertahap ke handphoneku, terus diperbaharui sampai kata-kata …“bang, adk sebenarnya jg pny perasaan yang sama ke abg, tetapi abg tdk membalas sinyal2 yg adk kirimkan. Skrg semua sdh terlambat bang, ada org lain yang telah mengungkapkan cinta lbh dahulu sblm abg. Didlm ketidk pastian dr abg, adk tlh mutusin buat nerima Dia. Kami tlh beberapa wkt bersama dan adk tlh merasa berhutang budi pdnya. Tp yakinlah bg, jikalau jodoh gak akan kemana. Adk bkn yg terbaik buat abg, diluar sana masih bnyk wanita lain yang lebih baik utk abg miliki. Adk mnt maaf bg, andai saja waktu bisa diputar kembali. Adk cm psn 1 sama abg, klu abg suka seorang wanita, jgn menunggu lama untuk mengungkapkan cinta, jk abg sudah yakin katakan saja, diterima atau ditolak itukan biasa. Abg yg semangat ya! wass”. Sms yang mengharukan, aku tidak menangis saat itu, sebagai pria berzodiak Leo, aku keras dan tegas, tetapi mataku berkaca-kaca karena penyesalan. Penyesalan yang paling berharga..

The end? Rupanya tidak, aku masih menganggapnya sebagai sahabat meski cintaku telah ditolak. Reject me, I Love it. Sebuah cahaya tetap menerangi seperti seng bolong yang dilolosi cahaya kecil tetapi cukup membantu ruangan gelap tidak menjadi gulita. Sebelum janur kuning melambai dikau bukan milik siapa-siapa, masih milik orang tuamu. Aku tetap menjalin persabatan dengannya dengan opsi bisa memilikinya suatu hari, ini bukan posesif tetapi cinta yang telah melekat, tidak bisa pindah kelain hati. Dalam koridor realita aku mencoba mengunci sebuah kutipan mutiara “punya harapan boleh, tetapi jangan sampai terlalu berharap”.

Persahabatan kami masih hangat sampai 3 tahun kami menjalani, curahan hati saling berbagi solusi. Aku tahu diapun tahu, Tuhan kami pun tahu. Tuhan akan memberikan yang terbaik untuk kami berdua, tidak sekarang mungkin nanti, selagi kami masih berusaha dan berdoa.

Dia bukan wanita biasa bagiku, dia istimewa dibalik sifat manusianya. Aku hanya meminta izin untuk memilihmu, dindaku, hanya kesempatan memilih, tidak lebih. Kesempatan yang sama yang telah kau berikan pada Dia. Tetapi jangan memilihku bila tak bisa setia, karena kau yang memilih untuk memberikanku pilihan. Sekali lagi “izinkan aku memilihmu”. To be continued…

Bersahabat dengan Mantan

Desember 2nd, 2010 by rxamri

Oleh

Laksamana*

Dari judulnya teman-teman bisa menebak apa isi artikel ini. Ya, bersahabat dengan mantan pacar, atau mantan istri mungkin. Bisa jadi teman-teman pernah merasakan jatuh cinta, satu-satunya jatuh yang rasanya nikmat, indah, berdebar, dan bahagia. Sudah menjadi fitrah bahwa apapun yang pernah tersambung (bersambung) suatu saat akan putus. Saya pernah mengatakan hal ini kepada beberapa teman yang pernah curhat kepada saya. Putus cinta bisa jadi merupakan salah satu hal terberat yang pernah kita hadapi di zaman ini. Dimana saat ini cinta dipuja, kekasih menjadi segala-galanya. Bahkan seorang teman dengan ekstrim pernah mengatakan bahwa ia tidak bisa hidup tanpa kekasih disampingnya. Aneh bukan, padahal sebelumnya tanpa pacar ia bisa hidup. Cinta telah dipersempit maknanya dan begitu dipertuhankan, sehingga seorang kekasih berani bersumpah atas nama cinta.

Bagaimanapun juga cinta pernah mengantarkan kita kepada kebahagiaan tiada tara saat kita terjatuh kedalamnya. Cinta bagai surga yang hanya dimiliki oleh kita berdua, ya, dunia ini hanya milik berdua, yang lain ngontrak (termasuk ibu/bapak kita?). Cinta yang penuh dinamika. Pacaran dianggap sebagai aktualisasi dari cinta. Siapapun dari kita telah pernah jatuh cinta. Cinta yang kemudian diungkapkan kepada kekasih yang dicintai. Cinta yang mengharuskan sepasang insan menjalin hubungan dengan ikatan hati. Kakanda dan Adinda, Abang dan Adek, oh beib.

Hubungan dengan atau tanpa status dijalani dengan berbagai alasan. Sebagian malah mengatakan bahwa pacaran adalah membina rumah tangga kecil. Sebelum menikah harus pacaran dulu untuk saling mengenal diri dan karakter masing-masing agar disaat menikah nanti semua hal bisa diserasikan. Terlepas dari hukumnya, apapun alasannya realitas hari ini pacaran telah membawa dampak negatif yang lebih banyak daripada manfaatnya, termasuk dampak psikologis bagi si pelaku. Pacaran hari ini adalah kebutuhan primer. Rasanya hidup tidak lengkap bila tidak mempunyai soulmate (belahan jiwa).

Kali ini saya tidak akan membahas teknik pacaran, tips dan trik, ataupun kenikmatan (semu) yang didapat dari proses pacaran. Saya ingin menelisik sisi “putus” nya sebuah hubungan yang dinamakan pacaran. Putus cinta atau patah hati berbeda secara makna. Kalau putus cinta itu dimaksudkan kepada sebuah hubungan yang pernah terjalin dan kemudian putus. Berbeda dengan patah hati yang lebih dialamatkan kepada ditolaknya sebuah cinta dengan cara dipatahkan hatinya sampai remuk redam (deskripsi ilustrasi).

Putus cinta selalu menyisakan berbagai masalah, termasuk masalah psikologis. Putus cinta itu sendiri dikarenakan banyak hal, mulai dari adanya ketidakcocokan, tidak cinta lagi, sampai perselingkuhan dijadikan alasan untuk putus. Putus cinta merupakan salah satu hal paling menyakitkan dalam hidup bila dilakukan sebelah pihak, tanpa deal kedua belah pihak. Pihak yang memutuskan akan melenggang dengan bebas biasanya, sementara pihak yang diputuskan akan mencoba melakukan pembelaan atau minta waktu (break) sejenak sebelum keputusan putus final. Lain hal nya bila pihak yang diputuskan masih sangat mencintai sang kekasih, ia bisa mati-matian minta rujuk (sama seperti cerai ya). Minta rujuk untuk kembali dengan janji akan memperbaiki segala kesalahan. Tidak sedikit rujuk ini berlangsung sukses, tetapi juga banyak juga yang kandas ditengah jalan. Cut.

Jika putus adalah sebuah solusi untuk hubungan pacaran disetujui kedua belah pihak, maka masalah selesai. Jika satu pihak saja yang memutuskan maka akan timbul rentetan masalah, dari yang sederhana dan mudah dilupakan (bagi playboy/playgirl). Bagi yang putus-nyambung ini bukan masalah karena sudah berpengalaman. Apalagi anak sekolah menengah yang masih belajar pacaran. Yang parah putus cinta kadang menimbulkan trauma psikologis sampai berakhir di tali jemuran atau nenggak racun serangga.

Nah, ketika putus (dengan berbagai alasan) tetap menyisakan hati yang luka. Besar kecilnya luka tergantung besarnya “sembilu” dan “irisan” yang dihasilkan. Belum lagi jika sebuah “prasasti” telah diukir dalam lubuk hati kekasihnya. Bagaimanapun akan ada perasaan tidak enak bila kita bertemu atau berkomunikasi dengan kekasih yang kini telah berstatus mantan pacar. Terlalu baik bisa disangka mau kembali, terlalu menjaga jarak bisa memutuskan tali (lain lagi) silaturrahim. Apalagi kita telah kenal dan dekat dengan keluarganya. Kadang masih tersisa rasa sayang bahkan cinta dalam hati untuk si dia walaupun si dia kini telah menjadi milik orang lain (mungkin menikah). Dalam pandangan saya sebagai pria, mantan yang telah menjadi milik orang lain harus direlakan, belum jodohnya kita (bisa jadi menjadi jodoh saat ia menjanda). Meski telah putus, silaturrahim harus terus dijalin meskipun dia sudah berstatus teman biasa. Saya lebih senang menggunakan istilah sahabat dibanding istilah mantan. Menjaga komunikasi dengan mantan lebih baik dibanding mengganti nomor handphone anda. Saat-saat indah yang kadang terlintas anggaplah sebagai salah satu memori terindah hanya untuk dikenang.

Memang sulit menempatkan mantan pacar sebagai sahabat apalagi bila diputuskan oleh sebelah pihak. Tetapi itu tidak menjadi halangan untuk tetap menjalin silaturrahim. Tergantung bagaimana mengkondisikan dan memposisikan diri saat berhadapan atau berkomunikasi dengan sang mantan. Tidak banyak pasangan kekasih yang putus cinta menjadi sahabat. Kebanyakan saat cinta putus, putus juga hubungan mereka sebagai manusia, bahkan mungkin menyimpan dendam dan tidak menerima kenyataan. Mengkondisikan diri bukan suatu hal yang mudah, perlu waktu untuk mengendalikan perasaan cinta menjadi teman. Memposisikan diri sebagai sahabat bagi mantan tidak hanya tergantung pada kita, tetapi juga pada si dia. Namun, berusahalah tulus untuk menjadikannya sahabat. Mungkin kita telah ditakdirkan menjadi sahabatnya. Kita perlu mencoba untuk bersahabat dengan mantan, bukankah jika kita ingin berdiskusi bahkan curhat dengan mantan akan menjadi lebih aman dan damai. Meskipun tidak bisa menjadi sahabat cukuplah menjadi teman yang terus berkomunikasi. Bukan malah menjadi musuh.

Ya, kenapa tidak. Bersahabat dengan mantan, tukar pikiran, curhat dengan mantan bukan sebuah ide buruk. Sebagai sesama manusia kita tentu saling membutuhkan, jadi jangan memperlakukan mantan sebagai musuh. Apalagi yang anda pacari adalah tetangga atau teman sekelas anda. Dengan menjalin komunikasi dengan mantan kita bisa lebih produktif, pelan-pelan kita bisa menerima kenyataan. Dan yang paling penting hidup kita akan tenang dan damai kemanapun kita pergi. Teruslah berkomunikasi dan jadikan ia sahabat. Kuncinya, bila ingin bersahabat dengan mantan, kenali juga pasangannya. Jadikan pasangannya sebagai temanmu juga. Mengenal pasangannya juga dapat menghindarkan kita dari perselingkuhan. Sesekali bertemu bersama (dengan pasangan kita) dalam sebuah acara bersama. Hilangkan prinsip “kutunggu jandamu” bila mau bersahabat dengan mantan.

Selain mengenal pasangannya, anda juga harus memposisikan diri sebagai sahabat, tidak lebih. Hindari perkataan dengan topik yang menjurus (taulah). Tanamkan kepercayaan bahwa anda ingin berteman dengannya tidak lebih dari itu. Menjaga bahasa dan cara penyampaian akan menentukan keberhasilan sebuah persahabatan. Mulailah dengan niat yang tulus. Hindari mengungkit masa lalu, terlebih bila masa lalu itu menyangkut hubungan dengan anda berdua. Tentu sangat tidak mengenakkan bisa peristiwa masa lalu yang diungkit, ini bisa menjadi boomerang dalam proses rekonsiliasi dan perdamaian yang hendak anda bina. Hindari hal-hal sensitif mengenai mantan.

Dan jangan sesekali hendak menjadi selingkuhan mantan. Kalau kita pernah diselingkuhi balaslah dengan kesetiaan. Percaya atau tidak, kita bisa kena karma. Mungkin bukan kita, tetapi keluarga kita. Begitu rumitnya pacaran, tetapi tetap saja manusia mengikuti hasratnya untuk mencari pacar. Bila putus, cari pacar lagi. Pacaran awalnya menawarkan kenikmatan, akhirnya menyisakan penderitaan. Mengotori kesucian jiwa dan cinta. Bagi yang pacaran, yakinlah suatu saat anda akan putus. Saya tidak mendoakan. Tetapi anda bisa memilih, memutuskan sekarang atau diputuskan nanti. Putus saat ini mungkin anda masih sempat menata hati. Putus nanti bisa-bisa kita bunuh diri. Berpacaranlah dengan baik dan benar. Jikapun kita telah putus, setidaknya kita masih bisa bersahabat dengan mantan. Bersahabat dengan mantan, ya, kenapa tidak. Professional dan Proporsional.

*Penulis kini bersahabat dengan mantannya.

Perang Linux di Warung Kopi Aceh

Oktober 28th, 2010 by rxamri

Oleh

Laksamana*

Dengan semakin pesatnya perkembangan wi-fi atau hotspot di aceh, ternyata membawa dampak negatif dan positif. Terutama free wi-fi yang hampir hadir di setiap warung kopi (label ulee kareng) dan café di aceh. Dari café satelit sampai café elit. Dari warung kopi standar aceh sampai warung kopi semi café. Dikampus, dikantor pemerintahan, hampir tiap sudut kota ada layanan internet nirkabel ini. Cukup dengan memesan secangkir kopi atau sanger, kita dapat menikmati wi-fi  semampu kita nonggkrong. Salah satu dampak positifnya adalah bertambahnya pengguna open source di aceh. Pertumbuhan yang cukup menggembirakan. Setidaknya para netter aceh memiliki banyak opsi ketika memilih operating system (OS) dalam hal ini linux. Tidak hanya berkiblat kepada OS Windows.

Hal ini bukanlah tanpa sebab, pengunaan linux dengan berbagai variannya terjadi karena para netter telah lebih peka terhadap sekuritas jaringan. Banyaknya kasus pembobolan account facebook/twitter/e-mail telah menyadarkan para netter level pemula terhadap pentingnya keamanan disisi user. Tidak hanya perkara pembobolan akun yang menjadi sebab bertambahnya pengguna open source. Adanya aplikasi netcut, tools sniffing, juga menjadi alasan mereka bermigrasi ke opensource. Sudah menjadi rahasia umum dikalangan netter bahwa aplikasi netcut (tuxcut di linux) dapat memotong paket data untuk user lain dalam 1 jaringan. Sehingga acapkali banyak user pemula yang merasa terganggu dengan sering disconnectnya jaringan yang bisa memutuskan download atau browsing. Tentu kita akan sangat terganggu saat tulisan “server not found” muncul. Geram. Meskipun user telah gonta-ganti browser dari internet explorer, opera, Mozilla, safari, chrome, sampai flock yang teranyar tetap tidak membawa perubahan.

Adanya proses arp poisoning dalam aksi sniffing juga ikut memperlambat kinerja browsing, bandwidth seperti mengalir kearah tertentu. Tentu yang diuntungkan adalah sipelaku yang doyan download, ia bisa meraup setengah bandwith bahkan lebih. Bila anda penggemar poker, chat facebook, apalagi suka game online sejenis point blank tentu jengkel bukan main. Rasanya ingin berteriak. Woi, siapa yang usil keluar sana. Lain halnya dengan user yang sudah familiar dengan jaringan, ia punya 1001 cara untuk mempercepat koneksi, mulai dari mengganti (Domain Name System) DNS sampai dengan menggunakan software pihak ketiga. Nah, dari situlah ide hacking bermunculan, dari yang sederhana dengan netcut, menjebol proteksi DNS terhadap situs xxx sampai melolosi mikrotik router. Ada saja caranya, bahkan sudah banyak yang bisa melakukan DDOS. Hal yang tidak gampang tentunya.

Menjamurnya kampus yang memiliki prodi teknik informatika (TI/IT) adalah salah satu sebab kebangkitan dunia opensource aceh. Meskipun pemerintah masih dalam tahapan wacana dengan Indonesia Go Opensource (IGOS-nya) , tetapi para mahasiswa telah maju selangkah dibanding pemerintah. Adik-adik kita di SMK jurusan IT juga tidak mau ketinggalan dalam aktivitas hacking. Dimana-mana ada seminar keamanan jaringan, linux, sampai hacking. Pun tidak tanggung-tanggung, pematerinya sekelas onno w purbo dan made wiryana.

Dari berbagai latar belakang diatas maka muncullah berbagai komunitas linux dan underground di aceh. Kita patut bangga dengan Komunitas Pengguna Linux Aceh (KPLI) aceh yang melahirkan linux blankon meuligoe, KPLI bireuen dengan project translate ubuntu bahasa aceh, dan tentu komunitas hacker aceh http://acehline.com sebagai salah satu barometer kemajuan IT aceh. Kini tidak lagi sulit menemukan web desainer/security analis/master SEO, bahkan pemegang license CISCO dan Mikrotik Router OS. Sungguh luar biasa untuk provinsi sekelas aceh.

Kembali ke persoalan perkembangan linux di aceh, timbul sebuah opini dikalangan linuxer bahwa dengan menngunakan opensource linux dapat mempercepat koneksi jaringan, bahkan lebih cepat dua kali lipat ketimbang saat menggunakan windows. Hal ini bisa jadi benar. Namun tidak dalam kapasitas saya untuk membahas sisi empirisnya. Tidak hanya persoalan kecepatan, kenyamanan browsing dan download juga tidak akan terganggu, karena arp poisoning dari windows sulit menembus linux. Dan yang paling menguntungkan bagi yang sudah menengah, penggunaan netcut tidak mempan terhadap linux. Tapi dengan menggunakan tuxcut (netcutnya linux) kita bisa memotong semua paket data user. Bahkan bisa mematikan router.

Dilevel menengah, para calon hacker aceh telah mulai bermain main dengan backtrack, ubuntu pentest, gentoo, etc. membobol sebuah jaringan yang terproteksi wpa/wep adalah suatu kebanggaan bagi mereka. Bagi yang sudah memahami bahasa pemograman tentu deface (dengan atau tanpa tools) untuk menguji kemampuan mereka dalam mengolah vulnerability web. Bila pada tataran pemula targetnya hanya membobol billing, menonaktifkan deepfreeze, membobol akun facebook untuk mencuri chip poker. Mungkin di level menengah mereka tengah sibuk dengan project deface atau ddos attacking, dimana tutorialnya sangat mudah kita temukan diberbagai forum. Jika kita tanyakan, website apa yang paling ingin mereka bobol, anda tahu jawabannya? http://www.acehprov.go.id . Mungkin mereka membayangkan bagaimana jika home page website pemprov aceh diganti foto gubernur irwandi dengan foto mereka.

Dalam hal pilihan opensource, sekarang tidak lagi terbatas pada ubuntu. Kini mereka telah mengenal dan familiar dengan backtrack, opensuse, kubuntu, fedora, mandriva, knoppix, hingga sabily yang merupakan ubuntu bernuansa islami. OS ini tidak hanya didapatkan dengan download, tetapi juga melalui fasilitas shipitubuntu, dimana distro ubuntu bisa didapatkan gratis (dikirim oleh canonical). Jangan bingung bila hari ini canonical merilis ubuntu versi baru, esok paginya telah beredar luas dikalangan pengguna linux. Alangkah pesatnya bukan?

Sebuah potensi yang harus diperhatikan dan digarap pemerintah. Potensi-potensi muda, meskipun mereka mengenal dengan sebab yang salah (mungkin) namun ini bisa menjadi lecutan bagi pemerintah terutama pemprov aceh. Dimana program AGOS (aceh go opensource) bisa mulai dilakukan di aceh. Berapa dollar yang bisa dihemat dan dialokasikan untuk sektor lain bila pemerintah menggalakkan penggunaan opensource diseluruh satuan kerja. Mitos bahwa kompatibilitas linux tidak sehebat windows telah runtuh. Linux, terutama ubuntu telah dilengkapi dengan open office dan software pendukung tidak kalah dengan windows. Beberapa perusahaan swasta yang telah menggunakan open office tidak memiliki masalah dengan produktifitas mereka. Bahkan dokumen dengan open office lebih aman dari virus. Virus di windows dapat kita hapus hanya dengan sekali klik di linux. Mungkin yang diperlukan hanya sedikit penyesuaian karena interfacenya sedikit berbeda, walaupun pada hakikatnya sama. Cukup dengan upgrading semua masalah selesai. Bukankah sebuah penghematan luar biasa terhadap APBA.

Sumberdaya manusia di bidang opensource yang dimiliki aceh telah lebih dari cukup. Mahasiswa IT lulusan diatas tahun 2000 telah sangat familiar dengan linux. Kampus-kampus dan SMK IT juga telah memberikan posisi istimewa kepada linux sebagai mata pelajaran paling diminati.

Linux bukan saja sebuah operating system alternatif, namun ia bisa menggantikan OS berbayar dengan segala kelebihannya. Update berkala dan long time support yang diberikan team linux patut kita jadikan alasan bahwa sudah saatnya kita pindah ke opensource.

Awalnya dari belajar linux dikampus, aplikasi di warung kopi. Perang linux dengan segala variannya telah membangkitkan spirit opensouce di aceh. Semoga gayung segera disambut pemerintah provinsi. Memperhatikan dan mendukung komunitas opensource. Akhirnya pemerintah akan menuai hasil dimana aceh adalah provinsi pertama di Indonesia yang mengganti semua OS berbayarnya dengan OS opensource. Prestasi yang membanggakan. Semoga. Kita tunggu saja apa kata pemerintah. Kepada teman-teman pengguna linux. Keep spirit opensource. Linux for human being. hehe

* Pengguna Linux Ubuntu 10.10

Tips dan trik menjadi Pengemis Profesional

Oktober 20th, 2010 by rxamri

Oleh Laksamana*

Bagaimanapun juga, pengemis adalah sebuah profesi mulia. Profesi yang memberikan kita kesempatan untuk berbuat baik, mengeruk pahala dari bersedekah. Dikarenakan fungsinya yang tidak kecil, maka dibuatlah Standar Operasional Prosedur (SOP) sebagai juklak dan juknis Korps Pengemis Indonesia (KPI) bersandar pada UUD 1945 pasal 34. Berikut tips dan triknya :

1. Buatlah data base lokasi tujuan

Dalam sebuah operasi mengemis sangat dibutuhkan kejelian si pengemis dalam memilih lokasi operasi. Tempat yang tepat haruslah strategis, dekat dengan pusat kota, tidak terlalu ramai dan tidak terlalu sepi. Dekat dengan pusat kota berarti masih dalam jangkauan sirkulasi uang. Tidak terlalu ramai maksudnya bisa membuat orang acuh terhadap sekitar. Anda harus bisa mengenali ciri-ciri orang kaya dan dermawan meski tidak kaya. Lokasi favorit : pusat kuliner, café satelit, warung, spbu, depan mall.

2. Buatlah perencanaan ; plan A, plan B, sampai plan Z

Jika tempat telah anda pilih sudah ada, maka carilah beberapa tempat alternative untuk antisipasi razia pol pp dan trantib. Observasi lah lokasi dan target. Lakukan selama 3 hari berturut-turut. Catat apa saja yang menarik. Amati tingkah laku calon target. Pilihlah waktu yang tepat yang agak santai. Saat matahari tidak sedang on head.bahkan profesi cadangan perlu anda siapkan untuk ber jaga-jaga.

3. Focus kepada target

Bila anda telah telah memilih target, pantau terus dan tempel terus target. Bayangkan saja anda sedang membidik target.

4. Gunakan trik psikology untuk mengintimidasi target

Setelah melihat sekilas, tebak agama target. Jika agamanya islam bacalah doa-doa kebaikan dengan bahasa arab dan terjemahan sedikit supaya dia mengerti. Secara psikologis target akan memberikan sedekah. Bila ada organ tubuh anda yang cacat, ini akan sangat membantu. Klu tidak cacat, cacatkanlah. Klu perlu gunakan anak kecil kalau perlu bayi. Ceritakanlah kepedihan hidup anda secara singkat dan tidak bertele-tele. Target zaman sekarang telah lebih dermawan kepada pengemis dibanding keluarga sendiri. Pastikan saat meminta, target sedang bersama wanita.

5. Tandai target

Jangan mendatangi target yang sama 3x sehari (kayak resep dokter aja). Tapi lakukanlah seminggu sekali. rutin

6. Berterima kasihlah

Terimalah berapapun yg diberikan, jangan mengeluh pada target. Klu anda santun besok-besok mungkin dapat lebih. bersyukurlah

7. Santun dalam mengemis

Pengemis yang santun boleh saja memakai baju compang-camping, tapi bau badan harus dijaga. Jangan sampai bau sampah. Jagalah kesehatan dan kebersihan tubuh. Jangan memakai pakaian yang mencolok dan agak terbuka. Bias memancing target.

8. Jaim

Meskipun anda pengemis jagalah harga diri anda. Pengemis tidak sama dengan PSK atau WTS. Jangan memberikan akun twitter apalagi PIN BB anda kepada target. Itu sama saja dengan bunuh diri.

9. Setia dan taat pada kode etik pengemis

Ini untuk menjaga nama baik Korps Pengemis Indonesia (KPI). Menabunglah dari hasil mengemis. Mungkin suatu saat anda ingin berhenti dan memulai hidup baru dengan profesi baru. Hidup KPI..

* penulis adalah pemerhati sosial budaya dan pengamat kepengemisan.

NB : hal-hal yang belum diatur boleh diinovasi sendiri

Urgensi Program Studi Hubungan Luar Angkasa

Oktober 20th, 2010 by rxamri

oleh Laksamana*

sudah saatnya perguruan tinggi negeri (PTN) membuka sub program studi dibawah fakultas ilmu komunikasi yaitu Hubungan Luar Angkasa (HLA). kedepan kita akan menghadapi tantangan berat dalam hal komunikasi bahasa asing (baca alien). sering ada kunjungan UFO dari luar angkasa (mungkin masih 1 galaksi) menimbulkan banyak miss komunikasi dan miss persepsi dikarenakan belum adanya translator universal yang mampu menerjemahkan semua bahasa asing, termasuk bahasa alien yang sangat beragam dialek serta logatnya.

dampak buruk dari miss komunikasi ini bahkan bisa menimbulkan kesalahpahaman, misalnya saja ketika manusia bumi hendak membalas salam, ternyata balasan ramah diartikan berbeda oleh para alien. ini penyebab terjadinya star wars yang berujung pada armageddon. alien mulai mengarahkan meteor supaya jatuh di garden manusia bumi.mereka memanfaatkan gravitasi bumi. ki amat.

ilmu pengetahuan atau sains di luar angkasa memang lebih canggih dibanding bumi. UFO sering pulang pergi antar planet ke bumi dengan hanya menggunakan blackhole sebagai rute resmi. mereka telah membangun bandara kelas galaksi di segitiga bermuda untuk mempermudah transportasi turis luar angkasa. karena ketiadaan staf pribumi yang mampu berbicara bahasa alien, mau tidak mau mereka menempatkan staf mereka disana.

padahal jika ada pribumi yang menguasai bahasa alien, tentu tinggi pula gajinya. konversi mata uang alien ke rupiah mungkin setara dengan jutaan poundsterling. peran hubungan luar angkasa tidak hanya sebatas militer dan ekonomi. dalam hal politik sapu jagat raya pribumi perlu menempatkan diplomat mereka disana. diplomat pribumi perlu sebagai bargaining person untuk mengingatkan alien bahwa bumi juga punya nuclear weapon yang bisa menjangkau rembulan.

potensi wisata bumi juga dapat mengatrol cadangan devisa bumi, terutama indonesia. sehingga TKW indonesia bisa dikirim ke luar angkasa sambil naik ke “bulan”. daripada dikirim ke arab saudi diperkosa, dikirim ke malaysia di hina, dikirim ke hongkong jadi peeska (WTS-red). selain sebagai TKW, para wanita indonesia juga bisa berperan ganda menjadi agen rahasia seperti anna chapman. teknologi alien yang canggih bila diterapkan di indonesia bisa menjadikan indonesia negara mahakuasa mengungguli amerika yang hanya adi kuasa. tentu alien tidak akan curiga dengan wajah cupu TKW indonesia, karena biasanya agen intelijen itu bule cantik nan seksi. apalagi kalau asalnya dari amerika latin atau rusia. konon agen MI-5 james bond sangat mudah tergoda dengan agen kontra intelijen wanita.

dalam hal olahraga mungkin alien butuh banyak belajar dari bumi. bisa-bisa jose mourinho dan lionel messi pindah ke LA Galaxy dengan transfer milyaran dollar. sedang dalam olahraga sky surfer bumi yang harus berguru ke uranus.

by the way, banyak sekali manfaat yg dituai bumi bila membuka program studi hubungan luar angkasa ini. harvard dan MIT sudah bisa merintis HLA di universitas masing-masing. sehingga dengan lancarnya arus komunikasi bumi dengan luar angkasa dapat memperkuat silaturrahmi antar planet. dengan adanya MoU pertukaran kebudayaan dan teknologi akan membantu bumi sejajar dengan planet-planet lain di sapu jagat raya. terlebih untuk indonesia yang sedang membangun, akan ada kesempatan studi banding ke luar angkasa bagi anggota parlemen dan eksekutif.

terakhir, walhi dan green peace akan mereda aksinya bila dewan luar angkasa menyetujui recycle bin ke luar angkasa. toh banyak planet kosong sebagai TPA. semoga.

tembusan :

- facebook

- Persatuan Bangsa-bangsa sapujagat

- ketua MPR/DPR

- presiden/gubernur/bupati/walikota/camat/geuchik/kadus/keplor/tuha 4/tuha 8

- MK

- forum rektor indonesia

- mahasiswa/i ilmu komunikasi

- arsip

* penulis adalah penikmat film bergenre sci-fi.

ditulis di notepad++ maklum saja bila sedikit kacau.

sisa (part 2)

Oktober 11th, 2010 by rxamri

dilautan tepi gurun sepi
kuterdiam diarungi waktu
kisahku pun mulai lepas
terkikis ombak yang bercucuran

diatas karang yang menerjang
terhempas tanpa tujuan
dan…apabila bibir pantai mulai mengering
daku terkikis oleh pasir putih merajai sesaat

1000 rantaian tanya yang terucap dari bibirmu
tlah kulukiskan dalam ruang hatiku
andai engkau bisa menatapinya
kau…kau…tau berapa besar rasa cintaku

tak perlu berbisik pada lautan
tuk tau sampai kapan cinta itu tumbuh
dengar saja angin bercerita
ia akan tunjukkan sesuatu kepadamu

kekuatan cintaku telah terikat erat dengan jiwamu
sampai erang nafasku terhenti
karena 1/2 jiwaku akan selalu bersamamu

25/11/07

sisa

Oktober 11th, 2010 by rxamri

Tiap malam kerinduan ini tiada mereda
Tiap hari kuingin berdekatan dengannya
Tiada sesaatpun ingatanku beralih darinya
Tiap waktu aku harus menepis derita

Malam ini terasa panjang dan gelap gulita
Hatiku pilu karena tiada kekasih disampingku
Terkadang ada rasa malu dihati
Maka akan kujaga diri demi kekasih hati

Malam ini terlalu panjang dengan derai air mata
Hatiku terasa kelu karena derita yang mendera
Kutahan derita malam ini sambil menghitung bintang
Cinta membuat hati terasa tercabik

Jika disana ada bintang yang menghilang
Mataku berpendar mencari bintang yang datang
Andai tidak kuingat jalinan diantara kami
Kan kudapatkan hati ini memberontak tiada kendali

Tiap kekasih tentu mengingat kekasihnya
Pertemuan setiap hari yang diharapkannya
Ya Allah, ringankanlah kerinduan yang mendera
Doa dipanjatkan dan Engkau mendengarnya

Kupanjatkan sebait doa setiap waktu
Aku ingin engkau menemaniku disini
Melawan dingin dan sunyi

Meski ruangan siang itu begitu riuh
Sebab kita hanya bersapa lewat huruf yang tereja
Bayanganmu hadir saat malam basah
Menenangkanku dalam resah

15/10/2007

Kuli Cinta

Oktober 3rd, 2010 by rxamri

bukan ingin bercerita tentang Kuil Cinta atau Kuli Tinta..

ini hanya ungkapan hati. tidak ada tempat untuk curhat. tidak ada tempat untuk menangis. tidak ada tempat untuk merebahkan kepala walau hanya sesaat.

bercerita pada ibunda? hanya akan membuat dia sedih
bercerita pada ayahanda? aku punya wibawa sebagai anak lelaki
bercerita pada kakanda? malu jika mereka tahu pahlawan mereka lemah
bercerita pada adinda? gengsi dikarenakan fakta aku sebagai tempat curhat mereka.
bercerita pada angin? angin tak bisa mendengar
bercerita pada bintang? langit mendung, tak ada bintang
bercerita pada siapa coba?
bercerita pada Rabb? aku hamba yang hina penuh dosa, tak pantas rasanya
teman? aku bahkan tidak tahu definisi teman?
ustadz? gak berani, karena sering mangkir ta`lim

akhirnya aku bercerita disini, cerita tanpa cerita

kuberikan 90% cintaku
kulakukan yang terbaik
kurubah penampilanku supaya menarik, rapi, supaya dia bangga punya aku
kuikuti syarat tidak merokok
kusms sehari minimal 3 kali
kutelepon seminggu minimal 3 kali, setiap sesi sampai 2 jam
kuajak makan sebulan 2 kali
kubawa jalan sebulan 2 kali
kubantu tugas kuliahnya
kusayangi keluarganya seperti menyayangi keluargaku

apa yang kudapat?
air susu dibalas dengan air tuba

tapi kumasih sayang padanya
kumasih rindukannya
seperti dia tak merasa bersalah
entah aku yang salah
diberikannya aku harapan
dihancurkannya cintaku

kuharap tak pernah bertemu lagi, ingin kulupakan, ingin kucari penggantinya
kuharap Tuhan panjangkan umurnya
biarlah rasa sakit ini kupendam..

entah kapan, sampai kapan..

aku bukan lagi PAHLAWAN.. aku mantan Kuli Cinta yang lebih hina dari Kuli Bangunan..

Hati, 29/08/2008, 20:06